Selamat Datang SAHABAT

Selamat datang di rumah kecil pembelajar.

Banyak persepsi, interpretasi, elaborasi dan apresiasi yang akan coba saya angkat. Awalnya, ini adalah cara saya untuk terus memberdaya diri. Dan, jika pun pada satu titik apa yang saya ungkap bermakna untuk Anda, Sahabat, maka komentar dan pandangan Anda tentu sangat berharga

Selamat Datang SAHABAT, semoga ini jadi tempat singgah yang bermakna

Dec 4, 2007

HEART INVOLVEMENT by ADJIE

HEART INVOLVEMENT  by ADJIE

 

Coretan ini mungkin  bisa menjelaskan , walau serba sedikit, mengapa kemajuan dan kesuksesan hidup kita ternyata tak berbanding lurus dengan jutaan kata dan kalimat kebaikan  yang sempat singgah dalam benak kita. Tentu tak kurang bayak buku dan kisah sukses yang kit abaca. Usai membaca buku macam itu, lalu kita merasa terinspirasi. Membaca kisah  sukes banyak tokoh, kita terbangkitkan. Ada antusiasme,  yang sayangnya hanya sesaat. Ada motivasi, yang nyatanya hanya sekedar ilusi akan jalan sukses yang juga bisa kita lalui.

 

Kita tak cukup kuat melawan tarikan-tarikan dari luar dan dalam diri, yang ternyata membuat kita sungguh jalan di tempat. Akhirnya, kisah sukses yang kita lalui tak sepanjang perjalanan hidup itu sendiri. Keberhasilan yang kita nikmati tak sama panjang dengan usaha yang sudah kita keluarkan. Atau  jangan-jangan kita tak sungguh mengupayakan apa yang kita pikir seharusnya bisa kita jalankan ?

 

Ada yang salah ?

 

Tentu saja, namun aku masih bingung memberi nama yang paling pas atas kebodohon, kelalaian, kemalasan  atau kedunguan yang satu ini. Yang jelas, untuk sukses tak hanya tahu yang dibutuhkan. Yang dibutuhkan juga bukan barang mewah. Secara konseptual, kita semua amat sangat sudah  sering mendengar dan membaca bahwa sukses adalah kombinasi sejumlah hal. Orang butuh tahu apa yang hendak ia kejar. Orang juga   harus tahu apa yang harus dilakukan. Teori dan strategi bagaimana melakukannya juga jadi kata kunci. Tahu saja konsepnya  namun jika tak diimbangi pemahaman akan langkah-langkahnya tentu tak akan mengantar kita pada sukses yang kita tuju.

 

Anda tahu hendak kemana Anda berpergian adalah sebuah prasyarat awal. Setelah tahu bahwa Anda hendak ke Bogor dari Jakarta, maka maka Anda perlu mempertimbankan pilihan yang tersedia yang akan mengantar Anda sampai kota hujan itu. Ada pilihan naik bus dari terminal Kampung Rambutan. Ada pilihan naik kereta Jabotabek dari Gambir  dan ada pilihan menyusuri arah Ciputat Parung dan seterusnya.

 

Namun memahami pilihan-pilihan di atas ternyata tak dengan otomatis mengantar kita sampai ke Bogor. Paling sedikit, kita butuh menetapkan hati, menyiapkan sekedar bekal yang diperlukan, lalu mulai melangkahkan  kaki keluar rumah.

 

Jadi  ada kombinasi TAHU dan MAU. Banyak orang tahu tapi tak mau melakukan.  Berjuta orang paham  kiat sukses, tapi sedikit yang sungguh mendapatkan sukses yang mereka angankan.

 

" There is one quality which one must posses to win, and that is definiteness of purpose, the knowledge of what one wants, and a burning desire to posses it" – Napoleon Hill

 

Untuk menang, berhasil atau sukses dibutuhkan  kejelasan maksud dan tujuan kita. Lalu kita juga perlu punya pengetahuan apa yang kita inginkan, serta  dorongan untuk mendapatkan itu semua.

 

Benar, ada gagasan tentang antusiasme yang coba sedikit disinggung dalam pesan seorang Napoleon Hill.

 

Ketika bicara antusiasme, kita bicara gairah yang berasal dari dalam hati. It's about heart. It's not only about head. Ini soal hati, bukan Cuma wacana di tingkat  pikiran semata.

 

Kesadaran bahwa Anda hendak ke Bogor , lalu Anda memutuskan keluar rumah dan memilih jalur lewat Ciputat tak dengan otomatis mengantar kita sampai Bogor . Sudah  bagus karena kita tahu tujuan dan sudah mulai melangkah. Namun ternyata itu saja belum cukup.  Ada ujian-ujian lain  yang akan menyapa siapapun yang sungguh ingin sukses. There's no free lunch. Gak ada yang gratis. Semua  butuh investasi, biaya, waktu dan  tenaga.

 

Sikap dan reaksi terhadap ujian di tengah jalan itulah yang kemudian ikut membedakan siapa yang sukses dan tidak.  Orang yang sudah berada di atas kendaraan menuju Bogor bisa  sangat putus asa saat harus berhadapan dengan kemacetan yang sering terjadi di tengah  perjalanan. Hingga tulisan ini dibuat, jalur Ciputat adalah salah satu jalur yang masih sering macet. Kalau tak tahan menghadapi kepadatan di jalan raya, kita bisa putar badan dan kembali ke rumah. Kalau stress di jalan merongrong, kita bisa lekas turun dari angkot, menyeberang jalan lalu kembali pulang.

 

Karenanya, tujuan perjalanan kita sungguh harus sesuatu yang memang bermakna buat kita. Kalau yang hendak kita kejar adalah soal remeh di mata kita, maka seringkali kita mudah mundur dan menyerah saat mengusahakannya. Kalau kita sendiri tak merasa bergairah atas apa yang kita mau, maka lebih banyak kisah kegagalan yang  lahir dari scenario hidup macam itu.

 

" You will be  most successful with this work if your goals really matter to you" – John Robson.

 

Kalau tujuan-tujuan kita bukan sesuatu yang penting, maka kemungkinan  besar tak ada antusiasme dan komitmen di sana .. tanpa antusiasme dan komitmen kita jadi pendekar yang lemah yang mudah menyerah kalah atau pulang kandang.

 

Agar tujuan yang kita kejar sungguh berarti buat kita, maka tak cukup kita hanya berdialog dengan kepala saja. Kita perlu bertanya  pada hati kita, begitu pesan banyak guru kesuksesan. Kepala kita lebih sering memerintahkan kita melakukan apa-apa yang sudah biasa kita lakukan, apa yang kita pikir perlu kita lakukan atau apa yang orang lain harap kita lakukan. Sebaliknya, kita harus menemukan apa yang sungguh ingin kita lakukan  dengan dan dalam hidup kita.

 

Jadi bagaimana  mendengarkan hati bicara ?

 

Kita perlu ruang pribadi. Bukan ruang fisik berdinding marmer semata yang kita butuhkan. Yang perlu kita miliki adalah ruang meditasi, ruang spiritual, yang bisa jadi memang menawarkan kesepian. Dalam kesenyapan kita kadang menemukan ekspresi hati kita. Dalam keheningan kadang kita baru bisa mendengarkan nyanyian nurani terdalam kita.

 

 

Agar perjalanan ke dalam diri itu menjadi lebih terarah, ada baiknya Anda mengingat rute-rute yang harus dicicipi. Ingat kembali area-area  dalam hidup Anda. Kesadaran untuk menelusuri sebanyak mungkin area hidup ini akan menjadi gerbang awal menuju sukses yang lebih seimbang, success in balance, happiness in balance.

 

"a happy life should be in balance. One must  live equally in the mind, body and spirit. those who are lacking in one of these attributes can not be totally happy" – Lillian Gish

 

Area hidup itu bisa berupa : KARIR, HUBUNGAN, KESEHATAN, KELUARGA, SAHABAT, PERTUMBUHAN PRIBAD (growth), WAKTU LUANG, PELAYANAN, PERTUMBUHAN SPIRITUAL, waktu pribadi, keuangan dll

 

Buatlah evaluasi sederhana terhadap masing-masing aspek di atas. Buat penilaian dengan menggunakan skala 1-5,  dari sangat tidak puas hingga sangat puas. Pada area-area dimana Anda merasa tidak puaslah Anda bisa mulai memprioritaskan usaha dan gerak Anda.  Di sana kita mungkin perlu memberi perhatian lebih. Di sana kita mungkin  perlu berinvestasi lebih banyak.

 

Mari masuki jalan sepi yang akan mengantar kita pada jalur sukses di depan sana

No comments: