Don't bite off more than you can chew !
Jangan menggigit melebihi apa yang sanggup kita kunyah. Pesan ini sesungguhnya sangat masuk akal, relevan dan bisa jadi masih kontekstual dengan keseharian kita. Pesan ini juga amat layak jadi panduan buat kita yang masih berjuang mengejar tujuan hidup. Mengejar impian memang membutuhkan strategi sendiri. Walau pada akhirnya mengejar impian juga merupakan seni tersendiri, namun melihat dan mengingat panduan umum dari kisah orang sukses tentu tak ada salahnya.
Nah, kembali pada gagasan jangan menggigit terlalu banyak itu, sesungguhnya ada sejumlah hal yang perlu kita pertimbangkan.
Sejujurnya, aku sempat tak sepakat pada pandangan di atas, terutama ketika dikaitkan dengan kemampuan manusia dalam mengelola target-targetnya. Menurutku, manusia sungguh memiliki kapasitas besar untuk bisa mewujudkan ambisi dan mimpinya. Dikaitkan dengan target-target, pengalamanku juga menegaskan bahwa kita bahkan bisa mencapai banyak hal dalam satu periode waktu tertentu. Menariknya, kadang itu baru disadari di ujung hari saat kita melakukan review. Saat kita mengkaji ulang sejauh mana pencapaian kita, maka kadang kita baru tersadar bahwa sebenarnya ada banyak hal yang sudah kita raih, dan masih banyak potensi yang bisa kita optimalkan. (Jelas hal ini mensyaratkan kondisi bahwa kita memang merekam atau menuliskan apa-apa yang hendak kita tuju. Tanpa record, tanpa catatan tentang target awal kita maka kita tak akan pernah tahu sejauh mana rencana kita sudah bisa kita wujudkan)
Namun rupanya pesan di atas memang bukan untuk melarang kita menjadi demikian ambisius. Pesan di atas juga bukan hendak menegasikan pandangan untuk bermimpi besar, mengejar target-target besar. Pesan di atas juga bukan tentang penolakan atas gagasan besarnya kapasitas dan kemampuan manusia.
Disandingkan dengan gagasan positif tentang kemampuan dan kapasitas manusia, maka pandangan di awal tulisan ini justru hendak menjadi alat, yang pada akhirnya akan membantu kita membuktikan betapa potensi kita amat luar biasa. Tawaran untuk menggigit sebatas yang mampu kita kunyah sungguh bicara cara kita mengejar impian kita. Ia justru akan menjadi jembatan antara gambaran ideal manusia dengan realita yang sungguh bisa dicapai oleh manusia. Sampai di sini makin kuat alasan saya untuk setuju : Don't bite off more than you can chew !
"Don't bite off more than you can chew ", dengan demikian adalah juga perintah untuk focus dan menjalani proses secara sistematis. Kita boleh bermimpi besar, namun kebesaran kita pada akhirnya tergambar dari seberapa banyak dan seberapa besar yang sungguh bisa kita capai bukan ?
Kita bisa tak menjadi siapa-siapa ketika ternyata di ujung hari kita terkejut atas betapa sedikit yang sudah kita capai, bahkan untuk hal-hal kecil. Dan masalahnya kadang bukan karena kita tak punya modal, potensi atau kemampuan. Bahkan impian besar pun sudah kita buat dan rancang. Soalnya kadang ada pada sejauh mana kita punya komitmen untuk sungguh mewujudkan apa yang kita impikan.
Tak sedikit di antara kita yang tak punya resolusi akhir tahun. Tak banyak juga yang mau membuat resolusi saat ulang tahun. Dan ketika ada sebagian yang mulai membuat pernyataan misi dan menuliskan mimpi-mimpi, maka kadang semua usaha sudah habis di sana. Energi seakan terserap sampai sebatas punya rencana. Seperti dihisap lintah ganas, energi kita hilang seketika. Maka jadilah pernyataan misi, target, impian berhenti sampai sebatas di atas kertas. Kita seperti kehilangan daya untuk bergerak. Kompas sudah di tangan, tujuan sudah ditetapkan, namun tanpa energi tersisa maka tak ada yang bisa kita gapai.
Pada titik ini bermimpi besar memang bisa menjebak, atau bahkan sekedar melenakan. Itu terjadi karena kita tak bisa dan tak bersedia untuk focus pada langkah-langkah yang akan mengantar kita pada tujuan. "Don't bite off more than you can chew" akan mengantar kita untuk berfokus pada langkah nyata dalam pengejaran kita pada ambisi-ambisi yang ada. Kita boleh punya impian besar, tapi langkah kecillah yang akan mengawali perjalanan panjang itu.
Sebelum jadi sebuah buku, maka halaman-halaman demi halaman tulisan harus dikumpulkan. Sebelum jadi satu halaman indah, maka huruf demi huruf harus mulai dirangkai. Untuk menjadi pembicara yang bisa menghipnotis ribuan orang, maka bicara di kelas RT – RW bisa jadi pilihan awal. Dan begitu seterusnya, kebiasaan-kebiasaan kecil harus dimulai. Kebiasaan-kebiasaan kecil harus dipertahankan agar kita makin dekat dengan tujuan dan target besar di depan sana. Mengunyah sedikit demi sedikit akan membantu kita menghabiskan sepiring nasi di depan kita. Ini seperti lelucon kawan yang memiliki tebakan : bagaimana cara menghabiskan gajah ?
Jawabannya tak lain : gigit dan kunyah sedikit demi sedikit.
Sejalan dengan uraian di atas, maka pesan "Don't bite off more than you can chew" menjadi makin relevan bagi kita yang sedang memulai membiasakan diri dengan goal setting. Seorang guru berpesan agar jangan mengejar terlalu banyak.
" if goal setting is new for you, don't try to too much"
Lagi-lagi, ini bukan pesan untuk mengerdilkan kemampuan dan kapasitas kita. Ini justru masukan agar kita makin menyadari besarnya kapasitas yang kita miliki. Meraih hal-hal kecil, perlahan akan menguatkan rasa percaya diri kita. Rasa percaya diri yang kian kokoh akan membantu kita untuk membuat target-target lebih besar, yang juga lebih terukur. Target terukur inilah yang akan menghindarkan kita dari frustrasi karena merasa tak mungkin merealisasikan target besar yang ada. Saat aku merasa berhasil memimpin pelatihan kelas mahasiswa, maka sejak itu aku mulai berani untuk menerima projek-projek pelatihan di mana pesertanya adalah para karyawan yang usianya jauh lebih senior. Ketika kelas karyawan level staf bisa aku kelola dengan baik, barulah aku mau menerima order untuk memfasilitasi para manager dalam sebuah pelatihan. Begitulah, aku pun belajar dengan cara demikian.
Kita juga bisa bertumbuh dengan memanfaatkan pandangan di atas. Don't bite off more than you can chew ! Hanya menggigit di batas yang bisa kita kunyah, akan membantu kita mengukur kekuatan diri sendiri. Anda akan semakin yakin pada kekuatan gigi Anda. Maka esok hari tak hanya tahu yang berani Anda kunyah. Esok hari beef steak yang liat pun sudah berani Anda gigit.
"Don't bite off more than you can chew" adalah langkah aksi. Ketika impian besar ada di kotak PLAN (rencana), maka harus ada action plan. Tanpa action plan, jelas kita tak akan sampai ke mana-mana. Punya tujuan saja tidak lah cukup. Kita harus punya langkah nyata yang akan mendekatkan kita pada tujuan yang kita kejar. Memiliki gambar besar amatlah penting, namun memulai langkah kecil, mengumpulkan keping demi keping puzzle yang ada akan mengantar kita pada gambar utuh yang kita maksud. Ini seperti ketika anak-anak kita sungguh bermain puzzle. Mereka akan memulai keping demi keping yang mereka pahami. Untuk sebuah gambar gajah, mungkin mereka akan mulai dari bagian kakinya. Lalu berpindah ke bagian kepala dan seterusnya hingga menjadi gambar gajah yang utuh.
Dengan begitu ada benarnya jika para guru sukses mengingatkan kita untuk berkonsentrasi pada 1 sampai 3 target lebih dahulu. Ini agar kita tak kehilangan jejak. Lebih penting lagi, focus pada sedikit target akan membantu pengerahan energi yang kita punya. Kita memang punya energi besar, namun sulit menggeser suatu benda jika pada saat yang sama ada banyak hal yang juga butuh kita perhatikan. Seperti ujung pisau yang bisa menembus, merobek kardus tebal, tak lain karena ia menjadi perlambang tentang focus. Tajam itu sama dengan energi yang terfokus dan tak menyebar, begitu kata seorang motivator.
Berfokuslah pada target demi target, maka sukses akan menjadi milik Anda (John Robson)
No comments:
Post a Comment