Kalau ada anjuran seperti di atas, tentu bukan tanpa alasan pembenaran. Apalagi kalau anjuran bijak di atas datang dari tokoh dengan jam terbang yang mumpuni. Memang, tak selalu kita harus mengikuti kata dan perintah orang lain. Namun sekedar membuka mata dan telinga terhadap masukan bijak macam ini tentu jadi sebuah usaha positif. Kalau Anda memiliki alasan kuat untuk menolak anjuran macam ini, maka silahkan saja terus berjalan dengan pola dan cara Anda sendiri.
Namun buat saya, ada banyak hal positif yang bisa saya ambil dari kalimat bijak di atas. Saya bahkan tak sempat memikirkan jenis kerepotan yang bisa muncul saat memilih mengikuti anjuran ini. Bagaimanapun jika membayangkan kerepotannya, tentu akan ada investasi atau cost yang harus saya keluarkan. Kadang costnya bukan lagi soal biaya financial. Investasi terbesar kadang justru pada melawan kebiasaan lama kita, yang sayangnya belum tentu efektif. Nah, kalau merasa masih ada banyak hal yang harus diperbaiki, lalu mengapa tidak mencoba nasehat gratis ini.
Perkara investasi, itu adalah harga yang amat wajar dari sebuah keberhasilan yang sungguh kita cita-citakan. Bukankah kesuksesan adalah buah dari kebiasaan-kebiasaan sukses, yang kadang bentuknya bisa jadi amat sederhana, sesederhana perintah untuk melakukan review atau kaji ulang atas sasaran-sasaran Anda tiap hari.
Sambil Anda mencari ke dalam argument untuk menolak dan tidak sepakat pada anjuran di atas, mari kita coba tengok lebih dahulu apa yang sebenarnya dituju oleh masukan di atas.
Kalau Anda sepakat dengan banyak konsep tentang peran bawah sadar terhadap pencapaian tujuan, maka Anda akan lebih mudah menerima dan setuju dengan pendapat Brown di atas. Mengkaji ulang sasaran-sasaran Anda setiap hari adalah cara termudah agar sasaran itu sungguh tertanam dalam bawah sadar Anda. Saat sesuatu tertanam dalam bawah sadar, maka akan lebih lama melekat dan tidak mudah lepas dari ingatan.
Semakin sasaran Anda tertanam dalam, maka bawah sadar Anda akan dipenuhi oleh energi yang perlahan akan mengarahkan tindakan Anda agar makin dekat dengan yang Anda mau. Bayangkan Anda sedemikian ingin mendapatkan sesuatu, begitulah gairah yang juga akan Anda rasakan saat sasaran-sasaran Anda tertanam di dalam bawah sadar.
Saya setuju, bahwa tertanam dalam bawah sadar tidak otomatis mengantar Anda untuk mendapatkan yang Anda mau. Sebagai awam, tetap saja saya melihat adanya factor lain yang dibutuhkan agar sesuatu bisa terealisasi. Factor itu tentu bernama usaha
Namun, tidak berarti gagasan menancapkan sasaran ke dalam bawah sadar menjadi tak berguna. Bila sasaran Anda tertanam dan melekat dalam bawah sadar maka paling tidak ia akan menjadi sesuatu yang Anda ingat secara kuat. Sasaran Anda menjadi sesuatu yang berwarna, apalagi kalau sasaran itu sungguh bermakna buat Anda. Mengkaji dua kali tiap hari berarti membantu Anda mengingat terus sasaran itu. Dengan mengingat terus maka Anda tahu bahwa ada hal-hal yang mungkin perlu dilakukan. Mengingat dan mengkaji sasaran tiap hari seperti membantu Anda berhenti dan mencari tahu sudah sampai di mana perjalanan Anda.
Bayangkan Anda sedang berpetualang menuju tempat asing. Saya yakin Anda akan membutuhkan waktu cukup sering untuk melihat dan memastikan sejauh mana perjalanan sudah ditempuh. Tak sekedar berhenti untuk istirahat, kita membutuhkan waktu untuk memastikan bahwa jalan dan usaha yang diambil memang mengantar kita makin mendekati tempat tujuan. Dalam suasana macam itu, saya yakin kita bahkan ingin terus mengkaji ulang. Tanpa diminta dan tanpa keluhan kita akan senang melakukan kaji ulang, mencari tahu progress perjalanan kita.
Akan halnya dengan pengejaran kita pada sasaran, tentu tak harus menjadi seekstrim di atas. Bagi individu yang sudah terbiasa dengan kebiasaan sukses, melakukan kaji ulang adalah sebuah kebutuhan. Tanpa diminta, kaji ulang sudah jadi sesuatu yang penting. Kadang tanpa sadar dilakukan, tanpa seremoni dan tak menunggu suasana menjadi seperti yang diharapkan. Kapan saja bisa dilakukan kaji ulang itu.
Bagi para pengejar sukses macam ini, mereka juga amat percaya pada pandangan William James yang mengatakan bahwa :
The power to move the world is in the subconscious mind."
Mereka percaya bahwa keberhasilan mereka tergantung pada sejauh mana mereka mampu mengolah bawah sadar mereka. Dan melakukan kaji ulang adalah cara agar bahwa sadar Anda bisa menjadi kawan Anda dalam perjalanan mengejar cita-cita Anda.
Sekali lagi ini bukan kebiasaan yang mudah dilakukan. Fakta juga menunjukkan bahwa banyak orang yang sudah terlalu senang saat berhasil menetapkan target. Sayangnya setelah itu mereka tidak pernah lagi terhubung (reconnect) dengan target-target itu. Padahal untuk mendapatkan yang Anda mau, Anda harus menjadikan target itu sebagai bagian dari pikiran-pikiran kita setiap hari. Tidak hanya di pikiran, tapi juga menjadi bagian tindakan dan identitas kita setiap hari. Dengan cara ini lah akan tercipta jangkar pengait antara tujuan dan impian kita dengan bawah sadar kita. Dengan cara ini, melalui jangkar yang ada kita mengundang dan melibatkan bawah sadar kita untuk ikut ambil bagian dalam mewujudkan impian dan keinginan kita.
Mungkin tak banyak dari kita yang tahu --- kalaupun sudah tahu namun belum percaya --- bahwa bawah sadar itu sedemikian powerful. Ia memiliki kekuatan luar biasa dan patuh terhadap apa saja yang diperintahkan oleh otak sadar kita. Tugas kita adalah mengelola pikiran dan self talk kita sendiri sehingga kita memberi 'makan' bawah sadar kita dengan pesan-pesan yang jelas, konstruktif dan konsisten.
Dalam skala yang sederhana, beberapa tahun ini saya coba mempraktekan masukan di atas. Saya punya jurnal khusus berisi catatan sasaran yang hendak saya kejar. Walau belum konsisten melakukan kaji ulang, namun saya sudah merasakan manfaat dari memiliki catatan yang bisa saya buka setiap waktu. Usai membuka kembali catatan tentang sasaran-sasaran saya, biasanya akan muncul gairah baru. Ada semacam energi yang membantu saya untuk bergerak. Ada semacam niat yang makin kuat.
Para ahli mungkin punya analisanya sendiri terhadap pemanfaatan catatan seperti yang saya punya. Namun logika sederhana saya melihat itu tak ubahnya seperti saat kita belajar mengingat dan menghapal. Semakin sering Anda buka catatan, maka ingatan Anda makin baik. Begitu juga dengan ingatan terhadap tujuan-tujuan kita, semakin sering kita buka dan kaji ulang maka ia makin melekat dalam ingatan Anda, ia tertanam dalam bawah sadar.
Ketika ia tertanam dalam bawah sadar, maka itu akan menggerakan kita. Yang tersimpan dalam bawah sadar diyakini memiliki daya dorong yang luar biasa. Coba saja menahan keinginan Anda akan satu hal tertentu, maka kadang dalam tidur keinginan-keinginan itu bisa muncul sedemikian rupa yang membuat Anda mengigau. Edannya lagi ---- dan ini membuat makin banyak dari kita yang tidak percaya --- ditegaskan bahwa saat kita memberi pesan-pesan sedemikian pada bawah sadar kita, maka orang-orang, sumber daya serta kejadian-kejadian yang mendukung tujuan-tujuan kita akan tertarik bak magnet membantu kita. Hmmm, jadi ingat konsepnya Prof. Johannes Surya tentang MESTAKUNG.
Baik, saya akhiri dulu analisa terhadap peran bawah sadar. Kajian detil tentang bagaimana peran bawah ini biarlah menjadi bagian para ahli di luar sana. Saya hanya praktisi, jadi sebaiknya bicara di tingkat praktis, bukan teoritis.
Intinya ada manfaat besar jika kita mampu membuat jangkar antara keinginan sadar kita dengan bawah sadar kita. Ini yang oleh sebagian ahli dikenali sebagai anchoring (penjangkaran) . Untuk dapat melakukan anchoring di atas dibutuhkan REPETITION, AUTHORITY and PEACE OF MIND – RAP. Untuk bisa membuat penjangkaran dibutuhkan pengulangan dan ketenangan pikiran. Rinciannya, untuk melakukan anchoring, penjangkaran ke dalam bawah sadar kita, maka cara efektif yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan alat sebagai berikut : repetition (pengulangan), affirmation (penegasan), visualization (pencitraan), meditation (meditasi), ritual and symbols (symbol-simbol). Paling tidak, manfaatkan empat tools di atas untuk merangsang perubahan dalam bawah sadar kita.
Terkait dengan pendekatan di atas, ada beberapa anjuran yang relevan dengan gagasan utama coretan ini. Anjuran-anjuran itu antara lain :
1. Tuliskan. Secara rutin tuliskan tujuan-tujuan Anda. Lalu setiap hari tuliskan rencana aksi Anda untuk mencapai tujuan-tujuan itu, terutama yang penting dan mendesak.
2. Lakukan review / telaah setiap hari, dan jika memungkinkan, lakukan berulangkali tiap hari.
3. Buat pernyataan yang menguatkan apa yang hendak Anda raih. Lakukan afirmasi (penegasan/penguatan) secara efektif
4. Ketenangan pikiran akan meningkatkan kemampuan kita untuk mengirimkan pesan yang jelas dan focus kepada bawah sadar. Santailah, tarik nafas panjang secara teratur, masuklah ke keadaan (state) meditative dan minta pikiran Anda untuk menampilkan gambaran ideal tujuan Anda seutuhnya.
5. Visualisasikan keberhasilan. Jika memungkinkan, bangun gambaran mental yang sesuai dengan afirmasi Anda. Mulailah membangun gambar yang jelas dalam benak Anda tentang kenyataan yang Anda inginkan. Gunakan imajinasi Anda.
6. Visualisasikan apa yang Anda mau, bukan tentang bagaimana Anda mencapainya. Bawah sadar Anda lah yang akan mencari tahu bagaimana mewujudkan keinginan Anda. Gunakan gambar mental, symbol, warna, musik, perasaan dan bermainlah. Gunakan juga metafora dan analogi, karena bawah sadar kita ternyata sangat indirect.
7. Terlibatlah dalam aktivitas yang Anda pikir akan memudahkan pencapaian niat Anda.
8. Buat rencana tindakan untuk tujuan-tujuan yang membutuhkan langkah bertahap. Langkah apa yang harus diambil ? hambatan apa yang harus disingkirkan ? Siapa saja atau sumber daya apa lagi yang terlibat ? Buat rencana untuk tiap tujuan. Apa langkah pertama yang sederhana yang bisa dilakukan ?
9. Berbincanglah dengan orang-orang yang Anda percaya. Ceritaka tujuan Anda dan rencana yang akan Anda jalani.
10. Terlebih penting lagi, buat review, kajian atas tujuan-tujuan Anda secara teratur. Salah satu praktek terbaiknya adalah melakukan review di pagi hari dan sesaat sebelum Anda berangkat tidur malam.
"This is the great secret of human power and creativity. Your choice of belief, thought, emotion and action create your reality." - – Delfin Knowledge System
No comments:
Post a Comment